Demo Image
Workshop Pengelolaan Isu dalam rangka menjaga citra instansi pemerintah daerah

Workshop Pengelolaan Isu dalam rangka menjaga citra instansi pemerintah daerah

 

 

Hari : Senin 21 November 2022

Jam : 19.15 -- 21.30 WIB

Tempat : Grand Whiz Trawas

 

Kepala Diskominfo, Ardi Sepdianto

Workshop uni bertujuan untuk Menumbuhkan kesadaran setiap perangkat daerah untuk menjaga citra instansi dan kabupaten Mojokerto.

Karena issue yang buruk akan menjadi prasangka yang buruk. Serta membantu proses pengoptimalan penyampaian informasi kepada masyarakat.

Undangan adalah semua kepala OPD, peserta workshop adalah admin media sosial yang ditunjuk kepala daerah.

Menurut hasil survey bahwa 95,3% jenis konten yang diakses masyarakat adalah media sosial, maka Akan sangat efektif jika berita-berita positif jika disampaikan melalui media sosial.

 

Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati

Publikasi untuk membangun citra positif.

Kegiatan ini merupakan kebutuhan bersama sebagai bentuk kehadiran di pemerintah daerah di masyarakat.

Sebagian besar masyarakat kita mengakses informasi melalui media sosial. Maka kita perlu menghadirkan berita-berita positif untuk membangun citra positif melalui medsos.

 

Dengan adanya media sosial memberikan peluang kita untuk mencounter berita- berita yang bersifat negatif.

Dengan adanya medsos kita bisa berpeluang memberitakan hal-hal positif.

Pemerintah harus bisa menunjukkan kepada masyarakat bahwa pemerintah hadir dan bekerja, dan ini bisa lakukan melalui media sosial

Berita yang sifatnya negatif bisa kita klarifikasi dengan pemberitaan-pemberitaan positif.

 

Jika kita tidak berperan untuk menghadirkan konten positif, maka akan tertutup oleh konten negatif yang menyebar.

Pemda kab. Mojokerto harus solid dan fokus bagaimana bekerja dan menyampaikan apa yang sudah dikerjakan, maka kita harus memanfaatkan media sosial dengan sebaik-baiknya.

 

Masing- masing organisasi atau perangkat daerah harus mempunyai media sosial untuk bisa mengupload berita apa saja yang dilakukan oleh organisasi sebagai ASN, seperti apel pagi yang mencerminkan kedisiplinan.

Jika media sosial di OPD dapat berjalan maka citra positif  akan bisa disebarluaskan.

 

Acara ini adalah bagian penting yang merupakan cara kita menunjukkan kepada masyarakat bahwa pemerintah benar-benar bekerja, dan menghentikan masyarakat berpikir negatif dalam menjalankan pemerintahan.

Ini merupakan komitmen kita bersama untuk menunjukan

bahwa pemerintah Kabupaten Mojokerto betul-betul bekerja dengan sebaik-baiknya.

 

Peran OPD dalam membangun media sosial:

-OPD menentukan program-program yang perlu disampaikan.

-Menyajikan data terkait program

-Memastikan pesan tersampaikan dengan baik sesuai fakta

 

KREASI NARASI & PUBLIKASI

• Agar isu lebih beragam, maka berita jangan hanya bersumber dari kegiatan Bupati, tetapi dari kegiatan OPD juga.

• Dibuat simpel, mudah dipahami oleh audience, dan harus sesuai fakta, tidak boleh ditambah atau dikurangi.

• Jangan hanya sekadar dipublish di media, tetapi juga disebarluaskan melalui media sosial, messenger, atau media lainnya.

• Mampu menjangkau audience yang ditargetkan, atau sekurang- kurangnya bisa menjangkau seluruh penduduk Mojokerto

 

Materi narasumber oleh Gani Kartiwa Adiwisastra

Topik: Fakta dan tantangan publikasi kab. Mojokerto.

Fakta bahwa tingginya tren media sosila OPD masih berdsaarkna isu yang marak, contohnya Disperta dengan trending isu PMK, Dinkes dengan vaksin.

 

Berita online pertumbuhannya sangat cepat.

Ini merupakan kesempatan kita bagaimana dalam memanfaatkan media untuk mempublikasikan pemerintahan juga memanfaatkan media untuk mempengrauhi persepsi publik seperti yang kita mau.

Tantangan pengelola publikasi pemerintah ada 3. Media adalah pengelola persepsi publik, sehingga perhatikanlah pengolahan konten yang bagus. Dimulai dari isi pesan/ persepsi, manajemen isu, manajemen media, framing, dan pengemasan berita. Untuk membuat persepsi publik, buat agar itu tidak bertentangan.

4 tantangan komunikasi Pemda Mojokerto:

1. DIKENAL & DIPERCAYA oleh mayoritas warga Kab. Mojokerto dan atau warga Jatim dan atau warga lain.

2. Agar tingkat pengenalan & kepercayaan dapat sesuai harapan, CARANYA BAGAIMANA.

3. Dengan WAKTU yang TERSEDIA PENDEK Apa yang mesti dilakukan.

4. Sistem MONITORING & EVALUATION yang perlu digunakan apa ????

 

Manajemen issue adalah

Memilih, mengumpulkan dan mengemas informasi

Terkait manajemen issue, paling utama adalah pilih informasi yang paling menjadi perhatian publik serta berdampak untuk masyarakat.

 

Closing Statement Bupati Mojokerto

Apa yang kita lakukan saat ini adalah untuk Pemerintah Kabupaten Mojokerto.

Saya sebagai kepala daerah melekat dengan pemerintah kabupaten Mojokerto.Selama menjadi bupati ,bahwa pemberitaan tentang saya tidak bisa dipisahkan dengan Pemerintah Kabupaten Mojokerto

Saya minta kerja sama semuanya untuk bersama-sama menampilkan citra yang baik dari Pemerintha Kabupaten Mojokerto dan masing-masing organisasi perangkat daerah, karena citra baik organisasi daerah juga merupakan citra baik pemerintah daerah Kabupaten Mojokerto.

 

Hadir:

Sekretaris Daerah Teguh Gunarko

Staf ahli

Asisten

Kepala OPD

Kepala Bagian

Camat

Peserta masing2 OPD

 

@ Designed By Dinas Komunikasi & Informatika Kab. Mojokerto